SariAgri – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan pemerintah bersama asosiasi perunggasan berkomitmen meningkatkan kesejahteraan peternak. Salah satunya dengan membentuk korporasi.

„Kesejahteraan peternak akan menjadi perhatian serius untuk saya. Para Dirjen, segera rumuskan dan korporasikan, bikin sendiri yuk pangannya,” ujarnya saat memberikan arahan pada forum ‚Silaturahmi Peternak dan Puncak Acara Kampanye Konsumsi Ayam dan Telur 2021‘ di IPB ICC Bogor, Kamis (3/6/2021). Kementerian Pertanian di bawah Menko Perekonomian akan mengikuti instruksi dan arahan. Selain itu, Kementan dipastikan terus berupaya meningkatkan konsumsi protein hewani khususnya daging ayam dan telur di masyarakat.

“Kami dukung upaya-upaya ini, tapi kalau bisa jangan iklan-iklan saja, perlu diadakan juga upaya konktet agar hasilnya lebih nyata,“ kata Mentan.

Baca Juga: Kenali Sebelum Terlambat, Ini 5 Penyakit Ayam Petelur Genjot PNBP, berita peternakan terbaru KKP Targetkan Rp12 Triliun pada 2024

Menko Perekonomian, Airlangga Hartato menilai salah satu cara untuk bertahan di tengah pandemi adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh. Misalnya dengan rutin mengkonsumsi daging ayam dan telur. Terlebih, berita peternakan terbaru harga daging ayam dan telur cukup terjangkau.

„Selain daging dan telur mempunyai harga yang terjangkau, juga mudah didapat dan dapat meningkatkan imunitas tubuh,“ kata Airlangga.

Dia mengatakan pemerintah akan mendorong industri perunggasan ke dalam klaster dan mendorong program percontohan. Hal ini untuk mencari solusi dari berbagai tantangan seperti fluktuasi harga terkait jagung dan sistem peternakan ayam yang harus segera diselesaikan.

Terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil berita peternakan terbaru Direktorat Jenderal Petermakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, Fini Murfiani mengatakan pihaknya telah mengadakan kampanye konsumsi ayam dan telur.

Sebelumnya, kegiatan kampanye telah dilakukan di Jakarta dan Bandung dengan membagikan paket ayam dan telur 1.000 paket di Jakarta dan 5.000 paket di Bandung.

„Adapun untuk wilayah Bogor akan dibagikan 1.000 paket ayam dan telur di 5 titik di Kota Bogor,“ jelas Fini dalam Diskusi Panel soal ‚Stabilisasi Suplai Demand Ayam & Telur dan Ketersediaan Jagung sebagai Bahan Baku Pakan‘.

Selain itu ada beberapa strategi stabilisasi perunggasan yang dilakukan Ditjen PKH. Misalnya, mewajibkan pembibit Grand Parent Stock (GPS) lebih dari 30 ribu ekor untuk menyediakan DOC PS dengan porsi paling banyak 20% dari prodiksi kepada pembibit PS eksternal.

Untuk perlindungan peternak skala mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan mewajibkan pembibit menyediakan DOC FS dengan porsi paling banyak 50% dari produksi sesuai dengan harga dari Permendag dan SNI.

Video terkait: